• LinkedIn
  • Subcribe to Our RSS Feed

Silahkan menikmati dan semoga saudara semua bisa mengambil manfaat dari blog saya ini dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan Sosial Kemasyarakatan.

Jumat, 27 Mei 2016

Bahaya Obesitas Pada Anak

19.44 // by Unknown // No comments

SEHATCERDAS---> Senangnya, ketika anak anda menjadi fokus utama lingkungan sekitar salah satunya dikarenakan anak anda gemuk dan chubi. Hal ini menjadi sangat menyenangkan sekali bahkan banyak yang mencubit, mencium karena gemas melihatnya. Namun, jangan terlalu senang dengan anak yang gendut  karena bisa jadi buah hati saudara tersebut beresiko mengalami obesitas.
Obesitas tidak hanya bisa terjadi orang dewasa. Anak-anak pun bisa mengalaminya apabila asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh anak terlalu berlebihan. Anak yang mengalami obesitas beresiko terserang beberapa penyakit seperti :
  • Penyakit-penyakit kardiovaskular
  • Kanker
  • Asma
  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit hati
Seperti yang dikutip dari netdoctor.co.uk, obesitas tidak hanya bisa berdampak pada munculnya bibit-bibit penyakit pada anak. Obesitas yang dialami oleh anak dapat membuat mereka rendah diri, depresi, dan penurunan prestasi akademik di sekolah.
Kemungkinan terjadinya obesitas pada anak-anak sebetulnya dapat diketahui sejak dini. Dengan mengatur pola makan anak sejak dini, obesitas pada anak dapat dicegah. Masih menurut netdoctor.co.uk, sekitar 40 sampai 70 persen anak yang mengalami obesitas akan tumbuh menjadi orang dewasa yang juga kelebihan berat badan. Oleh karena itu, menurunkan berat badan anak yang mengalami obesitas sedini mungkin harus dilakukan oleh orang tua.
Nah, apakah buah hati ladies mengalami obesitas? Lihatlah perbandingan antara berat badan dan tinggi badannya dengan mengecek pada BMI (Body Mass Index) anak.



Rabu, 25 Mei 2016

PENANGANAN UMUM KEJANG DEMAM

04.45 // by Unknown // No comments



  • Jangan panik berlebihan.
  • Jangan masukkan sendok atau jari ke mulut.
  • Jangan memberi obat melalui mulut saat anak masih kejang atau masih belum sadar.
  • Letakkan anak dalam posisi miring, buka celananya kemudian berikan diazepam melalui anus dengan dosis yang Sama.
  • Bila masih kejang, diazepam dapat diulang lagi setelah 5 menit, sambil membawa anak ke rumah sakit.
  • Bila anak demam tinggi, usahakan untuk menurunkan suhu tubuh anak anda dengan mengkompres tubuh anak dengan air hangat atau air biasa, lalu berikan penurun demam bila ia sudah sadar.
  • Jangan mencoba untuk menahan gerakan-gerakan anak pada saat kejang, berusahalah untuk tetap tenang.
  • Kejang akan berhenti dengan sendirinya. Amati berapa lama anak anda kejang.
  • Ukurlah suhu tubuh anak anda pada saat itu, hal ini bisa menjadi pegangan anda untuk mengetahui pada suhu tubuh berapa anak anda akan mengalami kejang.
  • Hubungi petugas kesehatan jika kejang berlangsung lebih lama dari 10 menit.
  • Jika kejang telah berhenti, segeralah ke dokter untuk mencari penyebab dan mengobati demam.      
Demikian, semoga bermanfaat dan semoga anak-anak kita tidak mengalaminya..Aamiin.


CARA MENANGANI DEMAM PADA ANAK

04.16 // by Unknown // No comments


Demam pada anak merupakan alasan konsultasi tersering  ke dokter anak dan dokter umum, sekitar 30% dari seluruh total kunjungan. Demam merupakan reaksi normal tubuh yang bermanfaat melawan kuman. Walaupun banyak orangtua memberikan obat penurun panas, perlu ditekankan bahwa tujuan utama obat tersebut adalah membuat anak merasa nyaman, bukan mempertahankan suhu yang normal.
Saat anak mengalami demam, orang tua harus memperhatikan aktivitas anaknya secara umum, apakah masih bisa bermain, makan dan minum dengan baik, dan perhatikan buang air kecil anaknya setiap 3-4 jam. Jika anak lebih sering tidur, malas minum dan buang air kecil semakin jarang, segera bawa anak ke dokter. Pada anak sedang tertidur lelap, sebaiknya orangtua tidak membangunkan untuk memberi obat penurun panas.
Obat penurun panas harus disimpan di tempat yang aman dan tidak terjangkau oleh anak-anak. Pemberian obat penurun panas harus diberikan berdasarkan berat badan anak dan diperlukan sendok obat yang khusus, yang bisa didapatkan dari apotek saat membeli obat tersebut.
Penurunan suhu tubuh dapat dibantu dengan penggunaan obat penurun panas (antipiretik), terapi fisik (nonfarmakologi) seperti istirahat baring, kompres hangat, dan banyak minum. Penggunaan obat tradisional dengan produk herbal atau homeopatik belum terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam, tapi hanya berdasarkan pengalaman semata sehingga perlu dikaji lebih lanjut.


Obat Penurun Panas (Antipiretik)

Penggunaan obat penurun panas bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh dan membuat anak merasa lebih nyaman, namun tidak efektif untuk mencegah kejang demam. Parasetamol merupakan pilihan lini pertama untuk menurunkan demam dan menghilangkan nyeri. Kombinasi dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen secara selang seling setiap 4 jam tidak terbukti  secara ilmiah memiliki efek antipiretik/analgetik yang lebih kuat dibanding pengguaan satu macam antipiretik.1-3
Indikasi pemberian obat penurun panas:
Indikasi  utama pemberian obat penurun panas adalah membuat anak merasa nyaman dan mengurangi kecemasan  orangtua, bukan menurunkan suhu tubuh.4 Pemberian obat penurun panas diindikasikan untuk anak demam dengan suhu 38oC (pengukuran dari lipat ketiak). Dengan menurunkan suhu tubuh maka aktivitas dan kesiagaan anak membaik, dan perbaikan suasana hati (mood) dan nafsu makan juga semakin membaik.5
Kombinasi antipiretik
Beberapa tahun terakhir, penggunaan dua antipiretik parasetamol dan ibuprofen sering digunakan untuk  mengobati demam pada anak di Rumah Sakit dan di rumah. Praktik seperti ini tidak dianjurkan karena sering terjadi kesalahan dosis obat, interval pemberian salah, dan intoksikasi obat karena berlebihan.6,7

Pengobatan Secara Fisik

Tirah baring:
Aktifitas fisik yang tinggi dapat meningkatkan suhu tubuh anak dengan demam dan tanpa demam. Walaupun demikian, pergerakan anak yang demam selama aktivitas normal tidak cukup menyebabkan demam. Memaksakan anak demam untuk tirah baring tidak efektif, tidak disenangi dan mengganggu secara psikologis. Suatu penelitian kontrol-kasus dari 1082 anak dengan demam, ditemukan bahwa tirah baring tidak menurunkan suhu secara signifikan.
Kompres alkohol:
Kompres dengan menggunakan etil alkohol 70% / isopropil alkohol dalam air tidak efektif menurunkan suhu, dan lebih superior dengan mengompres dengan air. Inhalasi alkohol selama kompres berbahaya menimbulkan hipoglikemia dan koma.
Kompres air hangat (tepid sponging):
Tepid merupakan suatu kompres/sponging dengan air hangat. Penggunaan kompres air hangat di lipat ketiak dan lipat selangkangan (inguinal) selama 10-15 menit akan membantu menurunkan panas dengan cara panas keluar lewat pori-pori kulit melalui proses penguapan. Jika dokter dan orang tua merasa kompres diperlukan (misalnya suhu tubuh meningkat lebih dari 40 derajat Celsius, yang tidak respon obat penurun panas, maka penting untuk memberikan obat penurun panas terlebih dahulu untuk menurunkan pusat pengatur suhu di susunan saraf otak bagian hipotalamus, kemudian dilanjutkan kompres air hangat.
Kompres dingin:
Kompres dingin tidak direkomendasikan untuk mengatasi demam karena dapat meningkatkan pusat pengatur suhu (set point) hipotalamus, mengakibatkan badan menggigil sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh. Kompres dingin mengakibatkan pembuluh darah mengecil (vasokonstriksi), yang meningkatkan suhu tubuh. Selain itu, kompres dingin mengakibatkan anak merasa tidak nyaman.

Pengobatan Herbal

Homeopati, terapi herbal, aromaterapi, akupuntur, refleksiologi, pijat, shiatsu, kiropraktik, osteopati dan penyembuhan spiritual belum terbukti secara ilmiah dapat menurunkan demam.1,4

Kesimpulan

Tujuan utama pemberian obat penurun panas antipiretik adalah untuk membuat anak menjadi nyaman, dan juga berfungsi sebagai anti nyeri sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Penggunaan kombinasi antipiretik parasetamol dan ibuprofen secara bergantian tidak dianjurkan. Obat penurun panas tidak mempengaruhi perjalanan penyakit dan tidak mengurangi rerata hari demam.

Daftar Pustaka

1.Management of fever (antipiretics). Dalam: Radli SE, Carroll J, Klein N, penyunting. Clinical manual of fever in children. Edisi pertama. Spinger: Berlin, 2009, h. 223-250.
2.Richardson M, Lakhanpaul M, Guideline development group. Assessment and initial management o feverish illness in children  younger than 5 years: summary of NICE guidance. BMJ 2007:334:1163-1164.
3.National Institute for health and clinical excellence. Dalam: Andrew Welsh, penyunting. Feverish illness in children. Assessment and initial management in children younger  than 5 years, First edition. Royal College od Obstetricians and Gynaecologists: London, 2007,h 1-18.
4.Nizet V, VinciRJ, Lovejoy FH. Fever in children. Pediatrics in rewiew 2008;15:127-35.
5.Drwal-Klein LA, Phelps SJ. Antipyretic therapy in the febrile child. Clin Pharm. 1992 Dec;11:1005-21.
6.Litalien C, Jacqz-Aigrain E. Risks and benefits of nonsteroidal anti-inflammatory drugs in children: a comparison with paracetamol 2001;3:817-58.
7.Sarrell EM, WielunskyE,  Cohen HA. Antipyretic treatment in young children with fever. Arch Pediatr Afolesc Med 2006;160:197-202.


Penulis: Mulya Rahma

Selasa, 24 Mei 2016

Pengenalan Alat Pelindung diri

01.59 // by Unknown // 1 comment





                  
                             Alat Pelindung Diri (APD) atau  Personal Protective Equipment (PPE)   :     
        didefinisikan sebagai alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang
        fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja.
       Jenis-jenis Alat Pelindung Diri :
       Alat pelindung diri diklasifikasikan berdasarkan target organ tubuh yang berpotensi terkena  resiko 
       dari bahaya.
1.     Alat pelindung mata
Mata harus terlindung dari panas, sinar yang menyilaukan dan debu. Sumber bahaya: cipratan bahan kimia atau logam cair, debu, katalis powder, proyektil, gas, uap dan radiasi.
Kacamata debu berguna melindungi mata dari bahaya debu, bram (tatal) pada saat menggerinda, memahat dan mengebor




Kacamata las berguna melindungi mata dari bahaya sinar yang menyilaukan (kerusakan retina mata) pada saat melaksanakan pengelasan. Kacamata las dapat dibedakan terutama pada kacanya, antara pekerjaan las asetilin dan las listrik. Kacamata las listrik lebih gelap dibandingkan dengan kacamata las asetilin
                    










2.    Alat pelindung telinga
Alat pelindung telinga ialah alat yang melindungi telinga dari gemuruhnya mesin yang bising, juga penahan bising dari letupan / letusan.
Sumber bahaya: suara dengan tingkat kebisingan lebih dari 85 dB selama 8 jam perhari.

 





3.    Alat pelindung kepala
Alat pelindung kepala adalah alat yang digunakan untuk melindungi peralatan / objek yang bisa jatuh mengenai kepala.
Sumber bahaya : tertimpa benda jatuh, terbentur benda keras, rambut terlilit benda berputar.

4.    Alat pelindung Penapasan
Alat pelindung Pernapasan adalah alat yang digunakan untuk melindungi  diri dari bau, asap, gas.
Sumber bahaya: debu, uap, gas, kekurangan oksigen (oxygen defiency).
Ditempat- tempat tertentu dari bagian bengkel, udara sering dikotori terutama akibat kimiawi, akibat gas yang terjadi, akibat semprotan cairan, akibat debu dan partikel lainnya yang lebih kecil. Misalnya pengotoran pada pernafasan akibat debu kasar dari gerinda, kabut dari proses pengecatan, asap yang timbul ketika pahat sedang digerinda dan asap ketika mengelas adalah salah satu contoh pengotoran udara yang terjadi. Pemakaian alat pelindung pernafasan ditentukan oleh jenis bahaya pengotoran udara
Penahan debu
Penahan debu memberi perlindungan pernafasan dari debu, debu metalik yang kasar atau partikel lainnya yang bercampur dengan udara. Yakinlah bahwa pemakaian pelindung ini sudah rapat betul, sehingga udara yang dihirup melalui saringan (filter).


  
Saringan Cartridge
Pemakaian saringan cartridge bila jalannya pernafasan mendapat pengotoran dari embun cairan berracun yang berukuran 0,5 mikron. Saringan cartridge diberi tanda oleh pabrik guna menerangkan kegunaannya. Bila terasa pernafasan sangat sesak segera saringan diganti.
Yakinlah bahwa melekatnya alat ini pada bagian kulit muka benar-benar melekat dengan baik. Agar tidak meragukan cobalah dengan melekatkan lembaran kertas atau ditutup telapak tangan pada lubang udara, kemudian dihirup. Jika penghirupan terasa sesak, bearti tidak ada kebocoran, ini menunjukkan perlekatan pada bagian kulit muka baik.


                                    
5.    Alat pelindung tubuh
Alat pelindung tubuh digunakan agar  terhindar dari percikan api terutama pada waktu mengelas dan menempa. Sumber bahaya: temperatur ekstrim, cuaca buruk, cipratan bahan kimia atau logam cair, semburan dari tekanan yang bocor, penetrasi benda tajam, dust terkontaminasi.
APD: chemical suits, vest, apron, full body suit, jacket.



     
6.    Alat  Tangan & Lengan
Macam – macam pelindung tangan yang biasanya di pakai oleh pekerja
Sarung tangan kain
Digunakan untuk memperkuat pegangan. Hendaknya dibiasakan bila memegang benda yang berminyak, bagian-bagian mesin atau bahan logam lainnya

Sarung tangan asbes
Digunakan terutama untuk melindungi tangan terhadap bahaya pembakaran api. Sarung tangan ini digunakan bila setiap memegang benda yang panas, seperti pada pekerjaan mengelas dan pekerjaan menempa (pande besi).

Sarung tangan kulit digunakan untuk memberi perlindungan dari ketajaman sudut pada pekerjaan pengecoran. Perlengkapan ini dipakai pada saat harus mengangkat atau memegang bahan tsb

Sarung tangan karet
Digunakan terutama pada pekerjaan pelapisan logam seperti pernikel, perkhrom dsb. Sarung tangan ini menjaga tangan dari bahaya pembakaran asam atau melindungi dari kepedasan cairan pada bak atau panic dimana pekerjaan tersebut berlangsung.
Sarung tangan karet digunakan pula untuk melindungi kerusakan kulit tangan karena hembusan udara pada saat membersihkan bagian-bagian mesin dengan menggunakan kompresor

Sumber bahaya: temperatur ekstrim, benda tajam, tertimpa benda berat, sengatan listrik, bahan kimia, infeksi kulit.

7.    Alat Pelindung Kaki
Alat pelindung kaki Untuk menghindarkan kerusakan kaki dari tusukan benda tajam atau terbakar oleh zat kimia,
Sumber bahaya: lantai licin, lantai basah, benda tajam, benda jatuh, cipratan bahan kimia dan logam cair, aberasi.
APD: safety
shoes, safety boots, legging, spat.


Selanjutnya, sebelum memutuskan jenis alat pelindung diri yang harus kita gunakan, lakukan terlebih dahulu hazard identification (identifikasi bahaya) dan risk assessment atau penilaian resiko dari suatu pekerjaan, proses atau aktifitas. Tinjau ulang setiap aspek dari pekerjaan, agar potensi bahaya bisa kita identifikasi. Jangan memutuskan hanya berdasarkan perkiraan.
Demikian terima kasih atas partisipasinya dalam setiap pengamanan kerja bagi tenaga kerja.